Teknologi Budidaya Padi Hibrida

Benih dan Persemaian

Benih padi hibrida hanya dapat digunakan untuk satu kali tanam. Artinya, setiap kali

menanam petani harus menggunakan benih baru dan bersertifikat. Penggunaan

benih padi hibrida yang dianjurkan 15-20 kg/ha untuk sistem tanam tegel. Jika

menggunakan sistem tanam jajar legowo, kebutuhan benih lebih banyak + 30%

atau 4,5 – 6 kg/ha.

Ada 31 varietas padi hibrida yang dianjurkan dan sudah dilepas oleh Departemen

Pertanian pada tahun 2006. Di antaranya adalah Intani, Rokan, Maro, Longping,

Arize Hibrindo, HIPA, SL 11 SHS, ADIRAS 64 dan PP-1.

Persemaiannya dengan menggunakan sistem basah: lahan diolah dalam kondisi

macak-macak, kemudian dibuat bedengan setinggi 5 cm. Lahan persemaian harus

sudah siap, paling lambat sehari sebelum sebar benih. Untuk setiap 1 kg benih

dibutuhkan lahan persemaian seluas 20 m2 atau 300 – 400 m2 untuk penanaman

seluas satu ha.

Selanjutnya benih direndam dalam larutan Tetramicin 20 ppm, selama 12 – 24

jam, kemudian ditiris di tempat yang aman hingga berkecambah 1 mm, kemudian

disebar merata dengan kepadatan 1 kg benih per 20 m2 lahan atau setara dengan

kepadatan sebar 50 – 75 gr/m2.

Sehari sebelum sebar, persemaian dipupuk SP 36 sebanyak 5 gr/m2 dan KCI 5

gr/m2. Setelah persemaian umur 10 hari, tambahkan pupuk Urea 10 gr/m2 luas

persemaian. Sehari setelah sebar hingga hari ke tujuh, masukkan air pada pagi hari

hingga ketinggian 5 cm dan keluarkan air pada sore hari. Kemudian pada hari ke

delapan dan seterusnya, ketinggian air di jaga 2-5 cm.

Setelah bibit umur 15-18 hari setelah sebar atau setelah berhelai daun 5-6 helai,

bibit dipindah tanaman di lahan penanaman. Secara periodik dilakukan pengamatan

terhadap kemungkinan adanya organisme pengganggu tanaman (OPT).

Penyiapan Lahan

Lahan sawah disiapkan paling lambat 15 hari sebelum tanam. Pengolahan tanah

dilakukan 2-3 kali. Pengolahan I, tanah diolah/dibajak dalam keadaan macak-macak;

pengolahan II, tanah diolah/dibajak dan digaru untuk melumpurkan dan meratakan

lahan agar siap ditanami bibit padi. Pada pengolahan tanah terakhir (III), diberikan

pupuk kandang atau pupuk kompos jerami.

Penanaman dan Penyulaman Penanaman

Penanaman dilakukan pada saat bibit berumur 15-18 hari setelah sebar, atau

bibit telah berdaun 5-6 helai, dengan sistem tanam pindah (transplanting). Bila

menggunakan sistem tanam tegel dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm (untuk lahan

kurang subur); atau 23 cm x 23 cm dan 25 cm x 25 cm (untuk lahan subur).

Dapat juga penanaman menggunakan sistem tanam jajar legowo (20 cm x 12,5

cm) x 40 cm (untuk lahan kurang subur) atau (20 cm x 15 cm) x 40 cm (untuk lahan

subur).

Tanamlah bibit pada kedalaman 2-3 cm, dengan jumlah bibit yang ditanam

hanya 1 per lubang atau paling banyak 2 bibit tanam per lubang tanam.

Penyulaman, untuk mendapatkan populasi maksimal, setelah tanam dilakukan

penyulaman terhadap bibit yang tidak tumbuh/mati dengan bibit yang sudah

dipersiapkan sebelumnya. Penyulaman dilakukan maksimum satu minggu setelah

tanam untuk mempertahankan populasi yang optimal.

Pemeliharaan Tanaman

Anjuran pemupukannya sebagai berikut. Pada pengolahan tanah terakhir (III),

diberikan pupuk kandang 2-3 ton/ha atau bila menggunakan pupuk kompos jerami

diberikan sekitar 5 ton/ha.

Cara pemberian dan waktu aplikasi. Dosis anjuran pemupukan urea diperkirakan

250-350 kg/ha. Untuk mengetahui tambahan pupuk urea, sebaiknya menggunakan

Bagan Warna Daun (BWD).

Waktu dan cara aplikasi pupuk per ha adalah: Pemupukan I, umur 710 HST: 75-

100 kg urea + seluruh dosis SR 36 + 2/3 dosis KCI. Pemupukan II, umur 21 – 28

HST: 100 kg urea. Pemupukan III, umur 35 – 40 HST: 100 kg urea + 1/3 dosis KCI.

Pemupukan IV, apabila 10% dari populasi tanaman telah berbunga : 50 kg urea.

Pada daerah yang respon terhadap sulfur (S), pemupukan I urea diganti ZA 100

kg/ha. Jika daerah tersebut sering menunjukkan gejala kekurangan Zn, dilakukan

dengan pengeringan air secara berkala dan dipupuk ZnS0410-20 kg/ha bersamaan

dengan pemupukan I.

Pemupukan dilakukan dengan cara menebar pupuk merata ke seluruh areal

tanam. Pada saat pemupukan dan 3 hari setelah pemupukan saluran pemasukan

dan pembuangan air ditutup.

Pengairan

Pengairan berselang (intermitten) difokuskan pada musim kemarau, sedangkan

pada musim hujan hanya dilakukan di daerah yang pengairannya dapat diatur.

Cara pengairan berselang adalah: sewaktu tanam bibit, lahan dalam kondisi

macak-macak. Secara berangsur-angsur lahan diairi setinggi 2-5 cm hingga

tanaman berumur 10 HST; Lahan tidak diairi sampai 5-6 hari atau sampai

permukaan tanah retak-retak selama 2 hari kemudian diairi kembali setinggi 5-10

cm; Mulai fase keluar bunga sampai 10 hari sebelum panen, lahan terus digenangi

air setinggi 5 cm, selanjutnya lahan dikeringkan untuk mempercepat dan meratakan

pemasakan gabah dan memudahkan panen.

Pengendalian OPT

Pengendalian gulma: penyiangan dilakukan dengan alat landak atau osrok.

Penyiangan I, dilakukan sedini mungkin, maksimal pada umur 18 HST (sebelum

pemupukan II). Penyiangan II, dilakukan jika masih banyak gulma yang tumbuh,

dilakukan pada umur 30 HST (sebelum pemupukan III). Penyiangan III, dilakukan

jika masih banyak gulma yang tumbuh, dilakukan pada umur 30 HST (sebelum

pemupukan III). Rumput gulma yang dicabut dibenamkan ke dalam tanah (untuk

menambah bahan organik).

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT). Pengendalian HPT dilakukan

secara periodik, dengan cara melakukan pengamatan tiap minggu, mulai dari

persemaian hingga tanaman menjelang panen. Pada 35 hari sebelum menabur

benih, dilakukan pengendalian hama tikus secara serempak. Upaya pencegahan

dan pengendalian HPT dengan menggunakan pestisida hendaknya mengacu pada

konsep PHT.

Hama yang perlu diwaspadai adalah: wereng coklat, penggerek batang, tikus dan

walang sangit, sedangkan penyakit adalah tungro hawar daun bakteri blast.

Menjelang panen perlu waspada terhadap serangan burung emprit,

dikendalikan secara manual dengan jaring.

Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s