PTT Kacang Tanah

PTT menerapkan komponen teknologi DASAR dan PILIHAN, tergantung kondisi daerah setempat, komponen teknologi      pilihan dapat digunakan sebagai komponen teknologi dasar, dan sebaliknya

Komponen Teknologi Dasar

1. Varietas unggul baru (VUB)

Pilih varietas yang paling sesuai dengan agroekosistem setempat dan permintaan pengguna

Setiap varietas memiliki daya adaptasi berbeda antar-agroekosistem, seperti lahan sawah/tegal, lahan masam, dan lahan  pasang surut

2. Benih bermutu dan berlabel

Ciri benih bermutu: tingkat kemurnian & daya tumbuh tinggi (> 90 %) dengan identitas varietas jelas, vigor baik, sehat dan bernas serta ditunjukkan dengan berlebel.

Benih bermutu akan menghasilkan bibit tanaman yang sehat dengan perakaran lebih banyak sehingga pertumbuhannya lebih cepat dan merata

3. Pengolahan tanah

  • Pengolahan tanah tidak diperlukan jika Kacang Tanah ditanam di lahan sawah bekas tanaman padi, jerami dapat dipakai sebagai mulsa
  • Mulsa berguna untuk melembabkan tanah, mengurangi serangan lalat kacang, dan menekan pertumbuhan gulma
  • Pengolahan tanah di lahan kering perlu optimal, dengan 2 kali bajak dan 1 kali garu (diratakan)
  • Sisa gulma atau tanaman dibersihkan bersamaan dengan pengolahan tanah
  • Pembuatan saluran drainase
  • Buat saluran drainase, untuk menjaga kelembaban tanah
  • Jarak antar-saluran ditentukan oleh jenis tanah, umumnya 4-5 m dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm
  • Pada lahan tegal, saluran drainase berfungsi sebagai pemutusan air pada saat hujan

4. Populasi tanaman

  • 160.000-250.000/ha, kebutuhan benih 40-60 kg/ha, bergantung ukuran biji
  • Tanam dengan cara ditugal, jarak tanam 40 cm antar-baris, 10-15 cm dalam barisan, 1 biji per lubang
  • Pada musim hujan jarak tanam lebar (populasi sedang), pada musim kemarau jarak tanam lebih rapat (populasi rapat)

5. Pengendalian OPT

  • Pengendalian hama secara terpadu
  • Jenis dan penghitungan Identifikasi kepadatan populasi hama
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman
  • Taktik dan teknik pengendalian :
  1. Mengusahakan tanaman selalu sehat
  2. Pengendalian hayati
  3. Penggunaan varietas tahan
  4. Secara fisik dan mekanis
  5. Penggunaan feromon
  6. Penggunaan pestisida kimia

2. Pengendalian penyakit secara terpadu

  • Identifikasi jenis penyakit : cendawan, bakteri atau virus
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman
  • Taktik dan teknik pengendalian

a)     Mengusahakan tanaman selalu sehat

b)     Pengendalian hayati

c)      Penggunaan varitas tahan

d)     Secara fisik dan mekanis

e)     Penggunaan pestisida kimia (fungisida, bakterisida)

3. Pengendalian gulma secara terpadu

  1. Identifikasi jenis gulma : rumput, teki atau berdaun lebar
  2. Menentukan tingkat kepadatan gulma
  3. Taktik dan teknik pengendalian : mekanis, teknis atau kimiawi (herbisida)
  4. Terpadu, mengkombinasikan beberapa  komponen pengendalian

Prinsif pengendalian gulma:

  • Pengendalian gulma setidaknya dilakukan 2 kali, yaitu umur 15 – 20 hari & umur 40 – 45 hari
  • Periode kritis terhadap gulma adalah umur 5 – 45 hari
  • Pengendalian gulma ke-1 hendaknya diselesaikan sebelum tanaman berbunga
  • Hindari melakukan pengendalian gulma pd periode masuknya ginofor ke dlm tanah (umur 30 – 35 hari)
  • Pengendalian gulma dpt dilakukan scr manual maupun dgn herbisida.

Komponen Teknologi Pilihan

1.  Pemupukan sesuai kebutuhan tanaman

a)    Takaran pupuk berbeda untuk setiap jenis tanah, berikan berdasarkan hasil analisis tanah dan sesuai kebutuhan tanaman

b)    Pupuk diberikan secara sebar merata sebelum tanam pada saat tanah masih lembab

c)     Kacang tanah yang ditanam setelah padi sawah biasanya tidak banyak memerlukan pupuk

d)    Penggunaan pupuk hayati (Rhizobium) disarankan diuji terlebih dahulu efektivitasnya

e)    PUTK (perangkat uji tanah kering) dpt dilakukan sebagai salah satu acuan dlm menetapkan takaran pupuk dan amelioran.

f)     Pemupukan perlu untuk mencukupi kebutuhan tanaman dan mengganti hara yang diserap tanaman

  • Dosis Pupuk: 50 kg urea + 100 kg SP36 +50 kg KCl
  • Urea diberikan saat umur 15 hari secara larikan/tugal 7 cm dari barisan tanaman
  • SP36 dan KCl diberikan saat tanam dg cara disebar atau umur 15 hari secara larikan 7 cm dari barisan tanaman
  • Dosis pupuk bisa berbeda antar lokasi
  • Dosis pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah

2.  Pemberian pupuk organik

  1. Pupuk organik terdiri atas bahan organik sisa tanaman, kotoran hewan, pupuk hijau dan kompos (humus), yang telah mengalami proses pelapukan, berbentuk padat atau cair
  2. Persyaratan teknis pupuk organik mengacu kepada Permentan No. 02/2006, kecuali diproduksi untuk keperluan sendiri
  3. Pemberian pupuk organik dan pupuk kimia dalam bentuk dan jumlah yang tepat sangat penting untuk keberlanjutan intensifikasi

3.  Penggunaan amelioran pada lahan masam

a)    Lahan masam mempunyai pH <7, kandungan Al tinggi

b)    Penggunaan amelioran ditetapkan berdasarkan tingkat kejenuhan Al tanah dan kandungan BO tanah

c)     Kejenuhan Al memiliki hubungan yg kuat dgn kemasaman tanah (pH tanah)

d)    Lahan kering masam perlu menggunakan kapur pertanian (dolomit atau kalsit)

  • pH tanah 4,5 – 5,3 à 2,0 t/ha kapur/kalsit
  • pH tanah 5,3 – 5,5 à 1,0 t/ha kapur/kalsit
  • pH tanah 5,5 – 6,0 à 0,5 t/ha kapur/kalsit

4.  Pengairan

  1. Periode kritis tanaman terhadap air al:
  2. Fase perkecambahan
  3. Fase berbunga (25 30 hari)
  4. Fase masuknya ginofor ke tanah (35 – 40 hari)
  5. Periode pengisian polong (50 65 hari)
  6. Menjelang panen pengairan perlu diberikan jika tanaman menunjukkan gejala kekurangan air yg ditandai dgn daun yg mulai layu

5. Panen dan Pascapanen

Panen

a)    Panen yg tepat menentukan mutu biji dan benih kacang tanah

b)    Panen tanaman setelah masak, atau 75% polong telah masak, kulit polong keras dan berserat, bagian dlm kulit polong berwarna coklat kehitaman & bila ditekan mudah pecah

c)     Perontokan polong dpt dilakukan secara manual atau menggunakan threser (hati-hati kecepatan silinder perontok dan kadar air biji)

Pasca panen

  • Setelah dirontok segera dijemur, jangan ditunda hingga lebih dari 24 jam, karena polong dan biji bisa terinfeksi jamur
  • Jika cuaca tidak memungkinkan lebih baik dijemur dalam kondisi polong belum dirontok
  • Untuk keperluan konsumsi, pengeringan dapat dilakukan terus menerus hingga polong sangat ringan dan berbunyi bila digoyang-goyangkan.
  • Untuk keperluan benih, penurunan kadar air benih jangan dilakukan secara cepat, hindari penjemuran pada suhu tinggi.
  • Bersihkan polong dari kotoran
  • Kadar air polong sebelum diisimpan  maksimal 10 %.
  • Simpan polong di dalam wadah kedap udara dan tutup rapat
  • Simpan bersih pada tempat yang sejuk, tidak lembab dan bersih serta di atas alas kayu sehingga tidak langsung bersentuhan dengan lantai.

Varietas Unggul Kacang Tanah

Varietas PotensiHasil(t/ha) UmurPanen(hari) UkuranBiji(g/100 biji) JumlahBiji /polong Keterangan
Sima 2,4 100-105 35 – 45 3 – 4 Tahan layu, agak tahan  A. Flavus, toleran karat dan bercak daun, toleran kekeringan dan kemasaman
Domba 3,6 90 – 95 46,5 – 50,5 3 – 4 Agak tahan karat dan bercak daun, tahan A.Flavus, toleran kahat Fe, adaptif lahan alfisol alkalis
Bima 2,5 90 – 95 30 – 40 3 – 4 Agak tahan layu, rentan karat, agak rentan bercak daun
Turangga 3,6 100-110 40 – 50 3 – 4 Tahan layu, agak tahan karat,  bercak daun, A.Flavus, toleran kekeringan dan naungan
Singa 4,5 90 – 95 35 – 40 3 – 4 Toleran layu, tahan karat dan agak tahan bercak daun, toleran kekeringan, toleran kahat Fe dan adaptif lahan altisol alkalis
Kelinci 2,5 95 45 3 – 4 Agak tahan layu, tahan karat dan toleran bercak daun
Situraja DM.1 3,31 85 – 90 32 – 36 2 Agak tahan layu, agak rentan karat dan  bercak daun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s