Budidaya Tanaman Tomat

 

PENDAHULUAN

Tanaman tomat adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari orang karena

rasanya enak, segar dan sedikit asam. Mengandung banyak vitamin A, C dan sedikit

vitamin B.

SYARAT TUMBUH

1. Dapat tumbuh baik pada tanah gembur, porous, kandungan bahan organik

tinggi dengan pH tanah 5 – 6.

2. Umumnya ditanam di dataran tinggi, beberapa varietas unggul baru dapat

ditanam di dataran rendah. Waktu tanam yang baik dua bulan sebelum musim

hujan berakhir.

PENGOLAHAN TANAH

Tanah diolah dengan cangkul sedalam 30 – 40 cm dan kemudian dibuatkan

bedengan dengan ukuran 100 – 400 cm.

Pada bedengan dibuatkan lobang tanaman dengan jarak dalam barisan 50  – 60 cm

dan jarak antara barisan 70  – 80 cm setiap lobang diberi pupuk kandang 0,5  – 1 kg

atau ± 20 ton/ha.

PENANAMAN

1. Tomat diperbanyak dengan biji dengan jalan disemaikan lebih dahulu pada

pesemaian. Pemindahan bibit ke lapang dilakukan sewaktu bibit berumur 1

bulan atau daunnya telah berjumlah 4 helai.

2. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Gondol, Intan, Ratna dan Berlian.

3. Kebutuhan benih 200 – 300 gram/ha.

PEMELIHARAAN

1.  Pemupukan:

Pupuk yang digunakan untuk 1 Ha adalah urea 150 kg, TSP 100 kg dan KCL

50 kg. Pemupukan TSP dan KCL diberikan pada saat tanam dan urea

diberikan 14 hari setelah tanam sebanyak 75 kg dan sisanya 35 hari setelah

tanam.

2.  Penyiangan:

Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut gulma menggunakan tangan

atau alat penyiang lainnya.3. Pemasangan ajir atau lanjaran

Batang dan cabang diikat pada ajir atau lanjaran agar tidak menjalar di tanah.

4.  Pengendalian hama dan penyakit:

– Hama ulat yang menyerang tanaman muda dengan memotong batang

dan tangkai adalah Agrotis ipsilon dapat disemprot dengan Hostathion

40 EC dan Dursban 20 ES.

Hama Heliothis armigera yang menyerang buah menjadi bolong dapat

diberantas dengan menggunakan Diasenon 60 EC.

– Rhizoktonia  sp dan Pythium  sp yang menyerang pesemaian dapat

diberantas dengan Dhitane  M-45. Penyakit busuk daun  (Phytopthora

sp) dapat diberantas dengan bubur bordeux. Penyakit layu dan virus

keriting dikendalikan dengan mencabut tanaman yang terserang

penyakit lalu dibakar.

P A N E N

– Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 3 bulan sejak

benih disebar.

– Penyimpanan buah dalam ruangan dengan suhu 10 – 15ºC dapat

bertahan hingga 30 hari.

PENGOLAHAN

1.  Pembuatan Saus.

– Buah tomat dicuci bersih, diiris kecil-kecil, direbus lalu disaring.

– Sari tomat lalu dicampur dengan gula pasir dan garam lalu direbus.

– Masukkan bumbu berupa bunga pala, lombok tanpa biji, merica,

cengkeh, bawang merah, kayu manis.

– Setelah kental kemudian dimasukkan kedalam botol yang telah disterilkan.

2.  Pembuatan Jam Tomat.

– Buah tomat dimasukkan kedalam air mendilih kemudian kulitnya dikupas

– Dimasukkan dengan melumatkannya, biarkan kental.-    Masukkan gula, aduk dan usahakan tidak gosong.

–    Setelah masuk, bubuhkan air jeruk.

– Dalam keadaan panas masukkan kedalam botol yang sudah bersih.

3.  Pembuatan Juice Tomat.

– Buah tomat dicuci bersih, diblansir lebih kurang 5 menit, kemudian

direndam dalam air dingin.

– Buah tomat dihancurkan diatas saringan. Sari tomat ini dicampur

dengan gula pasir dan dimasak sampai mendidih. Selanjutnya

ditambah air yang sudah dimasak.

– Bila sudah masak siap untuk diminum atau dibotolkan.

– Untuk menambah daya  simpan juice ini bisa ditambahkan sedikit

Natrium Benzoat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s